THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES �

Jumat, 20 Januari 2012

Ya Allah, Ya Robbi

A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love purpose hard to find
While I recall all the words you spoke to me
Can't help but wish that I was there
Back where I'd love to be, oh yeah

Ya Allah, Ya Malik : the only thing yo yeah
I ask of you is
to hold her when I'm not around
when I'm much too far away
We all need that person who can be true to you
But I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
'Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing you again oh no
Once again

There's nothing here for me on this barren road
There's no one here while the city sleeps
and all the shops are closed
Can't help but think of the times I've had with you
Pictures and some memories will have to help me through, oh yeah

Dear God the only thing I ask of you is
to hold her when I'm not around
when I'm much too far away
We all need that person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
'Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing you again oh no
Once again

Some search, never finding a way
Before long, they waste away
I found you, something told me to stay
I gave in, to selfish ways
And how I miss someone to hold
when hope begins to fade...

A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love purpose hard to find

Ya Allah, Ya Rahman : the only thing I ask of you is
to hold her when I'm not around
when I'm much too far away
We all need that person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
'Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing you again oh no
Once again

Sabtu, 30 April 2011

MIMPI

Sebongkah mimpi memang harus dikejar
Sebongkah mimpi memang merupakan sebuah motivasi untuk maju
Namun sebongkah mimpi yang belum terwujud bukanlah menjadi satu halangan.
Kejar dan raih mimpi

Rabu, 16 Februari 2011

Karomah Tuan Syekh Abdul Qodir Al Jailani Qoddasallahu Sirrohul Aziz II

Di jaman Tuan Syekh, ada seorang yang berasal dari negeri Mesir meragukan pangkat kewalian beliau.
Tapi karena penasaran, orang itu pergi menemui Tuan Syekh di Madrasah tempat beliau mengajar. Ketika sampai di suatu gang orang itu berpapasan dengan Tuan Syekh, karena belum pernah ketemu dengan beliau dan tidak mengetahui bagaimana rupa Tuan Syekh, orang itu pun menanyakan kepada beliau, dimana rumah Abdul Qodir (karena saking tidak percayanya dengan pangkat kewalian Tuan Syekh orang itu hanya menyebut nama beliau tanpa gelar apapun). Tuan Syekh menjawab bahwa ia sendiri yang dia cari.Karena kebetulan saat itu hari Jum'at, Tuan Syekh pun mengajak orang itu untuk shalat Jum'at dan kebetulan pula yang menjadi khotib Tuan Syekh itu sendiri. Masuklah orang itu ke mesjid. Bertepatan dengan saat Tuan Syekh naik ke mimbar untuk memulai khotbah, orang Mesir tersebut ingin buang air yang sangat tidak tertahankan. Saking tidak tertahankannya sampai-sampai orang itu berikrar bahwa jika Tuan Syekh Abdul Qodir adalah benar seorang wali maka tentu beliau dapat menyembuhkan mulas perut yang ia derita, karena mulas perutnya sudah sangat tidak tertahankan kalau tidak ada pertolongan maka orang Mesir tersebut bisa-bisa buang air besar di dalam mesjid (ia duduk di shaf paling depan, sehingga kesulitan untuk keluar dari shaf untuk buang air besar di luar).

Dengan ijin Allah SWT, Tuan Syekh dapat melihat kesulitan dari orang Mesir tersebut, ia pun ditolong oleh beliau. Setelah berikrar dalam hati sebagaimana tersebut diatas, orang itupun tertidur, di dalam mimpinya ia berada di WC yang nyaman dan ia-pun leluasa membuang hajat bahkan ia sempat mandi di WC tersebut. Begitu selesai mandi, ia pun terbangun. ia pun kaget ketika ia memegang rambutnya yang masih ada tersisa air tanda ia baru saja mandi. Ia pun takjub dengan keanehan yang baru saja dialami, karena tidak mungkin ia keluar dan buang air di WC apalagi sampai sempat mandi. Ia pun menunggu selesai shalat Jum'at, kemudian ia menemui Tuan Syekh untuk menceritakan kejadian aneh dan luar biasa yang baru saja dialaminya. Tuan Syekh pun lalu mengajak orang itu ke rumahnya. Sesampainya di rumah Tuan Syekh ia pun menanyakan dimana lokasi WC tempat ia membuang hajat dan mandi tersebut (ia menanyakan hal tersebut karena ketika ia mandi dan menggantungkan pakaiannya, ia juga menggantungkan kunci rumah dan tokonya tertinggal di WC tersebut). Tuan Syekh dengan tenang menjawab bahwa silakan ia ke bagian belakang rumahnya. Benar saja ketika orang tersebut ke belakang rumah Tuan Syekh ia pun menemukan WC yang sama dengan yang ada di mimpinya tadi, ia pun masuk ke dalamnya untuk mengambil kunci-kunci miliknya yang tertinggal. Kemudian ia kembali menemui Tuan Syekh dan dengan penuh takjub ia pun mengajak Tuan Syekh untuk ke WC dimaksud, tapi anehnya WC tersebut menghilang tanpa bekas. Orang itu-pun makin yakin dengan kewalian Tuan Syekh Abdul Qodir Al Jailani. Setelah kejadian tersebut ia pun kembali ke Mesir dan ia pula yang paling getol menyiarkan bahwa Tuan Syekh adalah seorang wali.

Selasa, 15 Februari 2011

Karomah Tuan Syekh Abdul Qodir Jailani

Berikut ini merupakan salah satu karomah yang pernah saya dengar dari Guru :
Orang yang tercatat atau diakui sebagai murid Tuan Syekh Abdul Qodir Jailani (selanjutnya disebut Tuan Syekh) adalah "di bawah tanggungan" Tuan Syekh. Kalau sudah "di bawah tanggungan" Tuan Syekh adalah jaminan keselamatan dunia dan akhirat.

Tersebutlah di suatu jaman setelah wafatnya Tuan Syekh, ada seorang yang beragama majusi (penyembah api) tetapi anehnya setiap Peringatan Haul (hari kematian) Tuan Syekh, ia selalu ikut berpartisipasi dengan cara menghias rumahnya serta mengundang warga sekitar rumahnya untuk di jamu, singkatnya ia cinta dan hormat kepada Tuan Syekh.

Tidak berapa lama orang majusi tersebut meninggal. Sebagaimana biasanya orang majusi, jika meninggal jasadnya di bakar. Terjadi keanehan ketika jasad orang tersebut dibakar ternyata tidak hangus dimakan api tapi tetap utuh. Orang-orang yang mengadakan upacara pembakaran mayat-pun menjadi bingung mau diapakan mayatnya. Setelah berembug akhirnya disepakati mayatnya dibuang saja ke sungai. Mereka-pun pulang ke rumah masing-masing sambil tetap membawa kebingungan tentang keanehan yang terjadi terhadap diri orang tersebut.

Pada malam setelah kejadian tersebut, ada seorang ulama yang bermimpi didatangi oleh Tuan Syekh, beliau berkata bahwa ada seorang muridnya yang dibuang ke sungai, Beliau minta kepada ulama tersebut untuk mencari dan menguburkannya secara layak. Ulama tersebut kaget, seingat dia, jasad yang dibuang ke sungai tadi siang adalah orang yang beragama majusi tetapi kenapa Tuan Syekh mengakuinya sebagai murid. Tuan Syekh menjelaskan kepada ulama tersebut bahwa kenapa orang majusi itu dicatat sebagai muridnya adalah dikarenakan semasa hidupnya orang itu cinta terhadap Tuan Syekh, hal itu dibuktikan dengan setiap Perayaan Haul, orang tersebut ikut merayakannya, selain itu ketika menjelang sakaratul mautnya ia menyebut-nyebut nama Tuan Syekh, maka tercatatlah ia sebagai murid Tuan Syekh Abdul Qodir.

Keesokan harinya, ulama tersebut melaksanakan perintah Tuan Syekh untuk mencari jasad orang majusi tersebut, lalu kemudian dikuburkan secara layak.

Demikian kisah pecinta Tuan Syekh, walaupun ia beragama majusi, tetapi karena percaya dan cintanya yang tulus kepada Tuan Syekh orang tersebut diaku murid oleh Beliau. Sedangkan Allah SWT telah memberikan buku catatan yang panjangnya sejauh mata memandang kepada Tuan Syekh untuk mencatat orang-orang yang menjadi murid beliau untuk dapat diselamatkan oleh Tuan Syekh di dunia dan akhirat kelak.

Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah diatas adalah orang majusi saja diaku menjadi murid Beliau, apa lagi kita, orang muslim yang di dalam dada tersimpan Lafadz La Ilaaha Illallah. Maka Cintailah Nabi Muhammad SAW dan Al Muhyiddin Tuan Syekh Abdul Qodir Al Jailani Qoddasallahu Sirrohul Aziz Al Ghautsul A'adzom.

Jumat, 03 September 2010

LAKSA, Si Kuah Kuning

Laksa yang umum ada di Indonesia









Laksa adalah mie yang berkuah gurih dan pedas, yang merupakan warisan kuliner budaya Peranakan, yang merupakan campuran dari unsur China dan Melayu yang banyak ditemui di Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Asal-usul nama "laksa" tidak  begitu jelas. Ada tiga teori :
[1] berasal dari bahasa Hindi = lakhshah, merujuk pada jenis sohun.  
[2] Kata "laksa" berasal dari kata China "sha la" (辣 沙; diucapkan "latsa" dalam bahasa Kantonis), yang berarti "pasir gurih" dikarenakan udang air tawar memberikan tekstur berpasir untuk sausnya.
[3] Teori terkini adalah bahwa nama itu berasal dari kata bahasa Hokkien yang berarti  "kotor" dikarenakan penampilannya.

Tipe-Tipe Laksa
Ada dua tipe laksa yaitu : Laksa Kari dan Laksa Asam.
Laksa Kari adalah laksa yang berkuah santan yang dicampur dengan mie, sedangkan Laksa Asam adalah laksa dengan kuah ikan yang asam dicampur dengan mie. Mie yang tebal dari beras juga dikenal sebagai Laksa Mie sering kali digunakan sebagai campuran dari kuah Laksa, walaupun bihun/mihun juga biasa digunakan sebagai bahan campuran laksa.



LaksaKari

Laksa Sarawak

Semangkuk Laksa Penang, salah satu laksa asam.

Laksa Johor




Laksa Kari (di berbagai tempat seringkali disebut secara singkat “laksa”) adalah sup yang berkuah dengan bahan dasar santan kelapa. Bahan utama dari berbagai macam versi dari Laksa Kari, termasuk  tahu, potongan daging ikan, udang and kerang. Beberapa pedagang juga menyediakan laksa ayam. Laksa biasanya disajikan dengan satu senidok penuh sambal cabai dan ditaburi ketumbar Vietnam atau kucai, yang di Malaysia biasanya disebut daun kesum.
Di Penang, laksa jenis ini biasanya disebut Mie Kari dibandingkan dengan sebutan Laksa Kari, dikarenakan perbedaan penggunaan dari Mie (mie kunig atau bihune hoon, kebalikan dari mie laksa yang berwarna putih dan tebal). Mie kari - Penang menggunakan darah babi beku, yang dianggap lezat oleh masyarakat keturunan Cina. Dua tempat yang terkenal untuk mencicipi mi kari yang lezat adalah di Lorong Seratus Tahun and Chulia Street.
Istilah "laksa kari" sering digunakan di Kuala Lumpur atau Singapura. Laksa  populer di Indonesia, Singapore dan Malaysia, seperti juga laksa young tau foo, lobster laksa, bahkan  juga Laksa Polos, yang hanya terdiri dari  mie dan saus.

Laksa assam

  • Laksa Pulau Pinang,juga dikenal sebagai assam laksa
  • Laksa Johor, berasal dari negara bagian Johor
  • Laksa Ipoh, berasal Ipoh, Malaysia, mirip Laksa Penang tetapi lebih asam
  • Laksa Kuala Kangsar
  • Laksa Perlis
  • Laksa Kedah
  • Laksa Kelantan

Laksa lainnya

  • Laksa Serawak, berasal dari Sarawak di pulau Kalimantan.
  • Laksa Bogor, berasal dari Bogor dan menggunakan oncom
  • Laksa Betawi, hampir mirip dengan Laksa Bogor tapi kuah Laksa Betawi memakai udang rebon.
  • Laksa Palembang, yang berbahan sama seperti burgo, pada lakso bentuknya menyerupai mie. Sama halnya dengan kuah burgo, lakso juga dimakan bersama kuah santan, hanya yang membedakan kuahnya memakai kunyit dan dicampur dengan bumbu lainnya.

(sumber : wikipedia.com)

Rabu, 01 September 2010

Masjid Agung Banten

Bismillahirahmanirrahiim

Berbicara mengenai Banten, tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan Masjid Agung Banten yang monumental itu. Berikut ini profil singkat dan gambar Masjid Agung Banten yang bersumber dari : www.bantenculturetourism.com

ASAL USUL NAMA "BANTEN"

Bismillahirrahmanirrahiim

Sejarah Nama Banten

Suku Banten atau lebih tepatnya orang Banten adalah penduduk asli yang mendiami bekas daerah kekuasaan Kesultanan Banten di luar Parahyangan, Cirebon, dan Jakarta. Menurut sensus Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2000, suku Banten populasinya 2,1% dari penduduk Indonesia.
ORANG Banten menggunakan bahasa Banten. Bahasa Banten adalah salah satu dialek bahasa Sunda yang lebih dekat kepada bahasa Sunda kuno, pada tingkatan bahasa Sunda modern dikelompokkan sebagai bahasa kasar. Bahasa ini dilestarikan salah satunya melalui program berita Beja ti Lembur dalam bahasa Banten yang disiarkan siaran televisi lokal di wilayah Banten.
 
Kata Banten muncul jauh sebelum berdirinya Kesultanan Banten. Kata ini digunakan untuk menamai sebuah sungai dan daerah sekelilingnya yaitu Cibanten atau sungai Banten. Rujukan tertulis pertama mengenai Banten dapat ditemukan pada naskah Sunda Kuno Bujangga Manik yang menyebutkan nama-nama tempat di Banten dan sekitarnya sebagai berikut:
 
Tanggeran Labuhan Ratu, Ti kaler alas Panyawung, tanggeran na alas Banten, Itu ta na gunung (...)ler, tanggeran alas Pamekser, nu awas ka Tanjak Barat, Itu ta pulo Sanghiang, heuleut-heuleut nusa Lampung, Ti timur pulo Tampurung, ti barat pulo Rakata, gunung di tengah sagara. Itu ta gunung Jereding, tanggeran na alas Mirah, ti barat na lengkong Gowong, Itu ta gunung Sudara, na gunung Guha Bantayan, tanggeran na Hujung Kulan, ti barat bukit Cawiri. Itu ta na gunung Raksa, gunung Sri Mahapawitra, tanggeran na Panahitan.
 
Dataran lebih tinggi yang dilalui sungai ini disebut Cibanten Girang atau disingkat Banten Girang. Berdasarkan riset yang dilakukan di Banten Girang pada 1988 dalam program Franco-Indonesian excavations, di daerah ini telah ada pemukiman sejak abad ke 11 sampai 12 (saat kerajaan Sunda). Berdasarkan riset ini juga diketahui bahwa daerah ini berkembang pesat pada abad ke-16 saat Islam masuk pertama kali di wilayah ini. Perkembangan pemukiman ini kemudian meluas atau bergeser ke arah Serang dan ke arah pantai. Pada daerah pantai inilah kemudian didirikan Kesultanan Banten oleh Sunan Gunung Jati. Kesultanan ini seharusnya menguasai seluruh bekas Kerajaan Sunda di Jawa Barat. Hanya saja SUnda Kalapa atau Batavia direbut oleh Belanda sera Cirebon dan Parahyangan direbut oleh Mataram. Daerah kesultanan ini kemudian diubah menjadi keresidenan pada zaman penjajahan Belanda.
 
Orang asing kadang menyebut penduduk yang tinggal pada bekas keresidenan ini sebagai Bantenese yang mempunyai arti "orang Banten". Contohnya, Guillot Claude menulis pada halaman 35 bukunya The Sultanate of Banten: "These estates, owned by Bantense of Chinese origin, were concentrated around the village of Kelapadua." Dia menyatakan bahwa keturunan Cina juga adalah Bantenese atau penduduk Banten.
 
Hanya setelah dibentuknya Provinsi Banten, ada sebagian orang menerjemahkan Bantenese menjadi suku Banten sebagai kesatuan etnik dengan budaya yang unik.

Sumber : Banten Culture dan Tourism.com